KULIAH PSIKOLOGI SPIRITUAL

oleh : Dr. Bagus Riyono, M.A

Manusia memiliki 2 dimensi yaitu; jasmani dan rohani. Kajian psikologi spiritual lebih fokus membahas tentang dinamika rohaniah. Yang menjadi basic kajian psikologi spiritual ini adalah struktur jiwa manusia yang akan berdampak pada konsep yang lain seperti motivasi, kepribadian dan konsep-konsep yang lainnya.

Imam Gazali : Wahai manusia para pencari kebenaran jika engkau ingin mengetahui apa itu kebahagiaan, engkau tidak akan mengetahui apa itu kebahagiaan kecuali engkau tahu apa itu kehidupan akhirat. Namun kehidupan akhirat tidak mungkin engkau ketahui ketika engkau belum memahami apa itu mati. Akan tetapi, engkau hanya bisa memahami apa itu mati setelah engkau paham apa itu hidup. Dan engkau bisa memahami apa itu hidup ketika engkau paham apa itu jiwa. Dan ketahuialah jiwa itu ada dua.  

Manusia memiliki 2 jiwa yaitu;

  • Animal spirit (nafsu hewaniah) adalah nafsu (jiwa) yang berinteraksi langsung dengan material. Misalnya; manusia merasakan lapar dan membutuhkan makanan.
  • Human spiritual (rohani) adalah penentu kebahagiaan.

Berangkat dari pendapat Imam Gazali, Dr. Bagus mengembangkan struktur kejiwaan manusia yang disebut sebagai lapisan jiwa.

  1. Lapisan terluar (sensing) adalah lapisan jiwa yang terkoneksi langsung dengan jasad manusia.
  2.  Lapisan dalam kedua ( reasoning) adalah lapisan yang mempertanyakan dan memberi jawaban (alasan) pada fenomena. Lapisan yang mengkoneksikan antara jiwa dan fenomena.
  3. Lapisan dalam yang ketiga (empathy) adalah lapisan yang mengkoneksikan antara satu jiwa dengan jiwa yang lain yang tidak dibatsi oleh ruang dan waktu.
  4. Lapisan inti ( spiritual) yaitu lapisan yang mengkoneksikan antara jiwa dan sang pencipta, serta lapisan ini yang bisa menjembatangi antara jiwa dan akhirat.

Adapun esensi kehidupan menurut penelitian Dr. Bagus, terdiri dari 3 hukum dan konsekuensi (Principles of human life):

  1. Freedom (kebebasan); Manusia memiliki kebebasan untuk memilih. Konsekuensi dari kebebasan memilih yaitu tanggungjawab. Konsekuensi akan selalu selaras dengan apa yang manusia putuskan. Ketidaksiapan terhadap konsekuensi atas perbuatan diri adalah masalah psikologis. Manusia tidak memahami akibat dari setiap sebab fenomena yang terjadi dalam hidupnya. Sedangkan sebab fenomena yang manusia alami adalah hasil pilihannya sendiri inilah yang disebut dalam al-quran yaitu manusia sebenarnya menganiaya diri sendiri.
  2. Uncertainly (ketidakpastian);  Semua manusia mengalami atau menghadapi ketidakpastian dalam kehidupan tentang masa depannya kecuali kematian. Dan satu-satunya obat dalam ketidakpastian adalah harapan. Orang yang bisa menghadapi ketidakpastian adalah orang yang memiliki harapan. Dan orang yang menderita menghadapi ketidakpastian adalah orang yang kehilangan harapan.
  3. Vurnerability (ketidakberdayaan); Manusia itu tidak memiliki daya. Sehebat apapun pasti akan jatuh. Konsekuensi logis yang dapat menyelamatkan manusia dari ketidakberdayaan adalah rendah hati. Rendah hati adalah sikap paling aman untuk menjaga kestabilan posisi (diri) dalam masa kejayaan.

Untuk menjaga kesehatan mental, manusia harus sadar akan tanggung jawab atau konsekuensi dalam setiap pilihan, memiliki harapan dan rendah hati.

Sumber: https://youtu.be/poufUfoTRow

Dirangkum oleh Muthmainnah Sannuga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *