Bukan Soal Cokelatnya: Latihan Sempurna Menuju Kebebasan Sejati

Terinspirasi Oleh: Hawkins

Dalam perjalanan kita, kita semua memiliki “cokelat” kita masing-masing. Sesuatu yang kita cintai, kita dambakan, namun kita tahu kita “terkait” padanya. Kita juga memiliki hal-hal yang kita benci, yang kita hindari mati-matian.

Latihan spiritual yang sempurna, dalam praktik kontemplatif dan meditatif, adalah tidak terikat sekaligus tidak menolak. Anda tidak membencinya, Anda juga tidak kecanduan padanya.

Saya akan ceritakan sebuah kisah pribadi.

Jebakan Keterikatan: Rantai “Force”

 

Selama bertahun-tahun, saya “terkait” pada banyak hal. Diet Pepsi adalah salah satunya. Ada masa di mana jika saya meninggalkan rumah dan sadar tidak ada sekaleng Diet Pepsi di mobil, saya akan putar balik dan menyetir 5 mil kembali ke rumah hanya untuk mengambilnya.

Itulah definisi “terkait”.

Banyak dari kita hidup seperti ini. Kita pikir kita membutuhkan sesuatu. Mungkin itu bukan Diet Pepsi; mungkin itu validasi, uang, atau ya, cokelat. Saat Anda “terkait”, Anda sebenarnya adalah seorang budak. Anda tidak punya pilihan.

Masalahnya, jika Anda terikat pada sesuatu, Anda harus menghindarinya untuk merasa aman. Anda tidak bisa makan satu potong cokelat karena Anda tahu, Anda akan melahap seluruh kotak. Anda hidup dalam penjara yang Anda ciptakan sendiri, di mana Anda harus terus-menerus “memaksa” (Force) diri Anda untuk menjauh.

Jebakan Penolakan: Sisi Lain dari Koin yang Sama

Lalu, apa solusinya? Apakah disiplin berarti “membenci” cokelat? Menghindarinya dengan sekuat tenaga?

Tidak. Itu hanyalah sisi lain dari koin yang sama.

Jika Anda harus secara aktif menghindari sesuatu karena takut “terkait” lagi, Anda belum bebas. Anda hanya menukar rantai keterikatan (Desire) dengan rantai ketakutan (Fear) atau kesombongan (Pride). Benda itu, entah itu cokelat atau Diet Pepsi, masih mengendalikan Anda. Anda masih memberinya kekuatan.

Praktik Sejati: Melepaskan “Getaran”

Jadi, saya melakukan pekerjaan batin. Saya terus melepaskan, menyerahkan keinginan pada cokelat. Saya melepaskan getaran yang diberikannya. Saya melepaskan sensasi “Aku butuh ini”. Ini adalah pekerjaan dasar untuk melampaui level 200 (Keberanian) pada Peta Kesadaran.

Pekerjaan ini—melepaskan keterikatan dan penolakan Anda—tidak memerlukan seorang guru terkenal dunia. Ini adalah disiplin spiritual dasar untuk membawa Anda dari “Paksaan” (Force) ke “Daya” (Power), dari level 100-an ke 200-an.

Dan akhirnya, sesuatu terjadi. Saya benar-benar kehilangan keinginan, pikiran, atau apresiasi apa pun terhadap cokelat. “Wow,” pikir saya, “Saya bebas dari cokelat.”

Buah dari Kebebasan: Netralitas Murni (Level 250)

Momen terlucu terjadi tepat malam berikutnya. Sekelompok teman datang dari New York, sekitar 40 atau 50 orang, dan mereka membawa kue cokelat raksasa.

Di sinilah letak keindahan kebebasan sejati: Saya tidak perlu menghindarinya.

Kue itu tidak lagi memiliki cengkeraman pada saya. Saya bisa memakannya, atau tidak memakannya. Itu adalah rasa kebebasan yang luar biasa. Saya tidak perlu menghindarinya karena takut akan terikat lagi.

Itulah Netralitas (level 250). Objek itu kehilangan muatan emosionalnya.

Hal yang sama terjadi dengan Diet Pepsi. Setelah saya benar-benar bebas, sekarang saya bisa minum sekaleng sepanjang hari, atau tidak sama sekali. Jika saya meninggalkan rumah tanpanya, saya bahkan tidak memikirkannya.

Kebebasan adalah Wajah Ilahi

Inilah yang saya temukan: Saat Anda melampaui level 200, Anda mulai mengalami Tuhan (Divine) sebagai Kebebasan.

Anda tiba-tiba menyadari bahwa Anda memiliki kebebasan Anda sendiri. Anda bebas untuk memilih. Anda tidak “terkait” ke arah ini, dan Anda tidak “terkait” ke arah itu (menolak). Anda tidak lagi hidup di bawah Tuhan yang pendendam atau menghakimi, tetapi sebagai ekspresi dari Kebebasan itu sendiri.

Itulah kondisi pertumbuhan spiritual yang penuh semangat: menyadari bahwa Anda bebas. Latihan Anda, oleh karena itu, bukanlah untuk menghindari cokelat, tetapi untuk menjadi begitu bebas sehingga Anda dapat benar-benar menikmati sepotong jika Anda memilih—atau dengan tenang menolaknya—tanpa ada paksaan sama sekali.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top